Kamis, 18 Agustus 2016

Hotel Harris Gubeng Surabaya, Salah Satu Hotel Kids Friendly di Surabaya

Rafif-Bosan ngemall, bosan jalan-jalan, pengen limpang-limpung tapi nggak mau lihat rumah berantakan? Mungkin staycation di salah satu hotel bisa menjadi altenatif keluarga.


Sebelum memutuskan, jangan lupa mencari informasi mengenai fasilitas apa saja yang bisa didapatkan. Seperti halnya keluarga Rafif, salah satu fasilitas yang wajib ada di setiap staycation adalah Kolam Renang. Alasannya baik kakak maupun adik paling hoby berenang. Jadi kurang afdol rasanya kalo hotel nggak ada kolam renangnya.


Pilihan staycation keluarga Rafif kali ini yaitu Hotel Harris Gubeng Surabaya. Sempat ragu karena saat browsing tentang kolam renangnya fotonya sama persis dengan kolam renang hotel Pop!.



Setelah mencari tahu ternyata memang sama karena hotel Harris dan hotel Pop! ini berada di satu lokasi. Seperti info yang didapat oleh yayah Rafif, hotel Pop! ini merupakan hotel low cost yang masih satu menejemen dengan hotel Harris.


Saat pertama kali tiba di hotel Harris, keluarga Rafif langsung mendapat sambutan ramah dari para staff hotel Harris. Selain welcome drink berupa jus semangka, kakak adik mendapat free welcome candy.

Welcome Drink

Welcome Candy

Dengan budget rate sekitar Rp. 700.000,- /malam keluarga Rafif memilih kamar standart include sarapan. Diatas tipe standart ada tipe uniqe, menurut info yang disampaikan perbedaan rate keduanya sekitar Rp. 50.000,- dan berbeda hanya pada view kamar saja. Untuk tipe uniqe menghadap view kolam renang.

Yang perlu dipertimbangkan untuk staycation bersama balita salah satunya akses mudah mencari sarapan. Alih-alih mencari harga hemat jangan sampai pagi hari terjebak dengan teriakan kelaparan dari para balita.

Mengingat membawa balita, keluarga Rafif selalu menekankan untuk meminta Bed Single, No Bed Twins yang digabungkan ya. Alasannya kuatir anak-anak kecepit, dsb. Selain itu hal yang perlu ditekankan adalah kamar bebas asap rokok.


Saat pertama kali masuk ke kamar baik kakak maupun adik langsung girang. Mamam Rafif seperti biasa langsung menyusuri memeriksa fasilitas kamar hotel. Fasilitas kamar mandi seperti pada umumnya menggunakan shower.



Namun ada satu hal yang menggelitik mamam Rafif yaitu di bagian bar dan kulkas isinya kosong melompong. Tidak tersedia cemilan atau minuman sama sekali. Hanya ada teh celup dan kopi beserta gula dan krimnya yang memang disediakan free oleh pihak hotel. Ini diluar prediksi mamam Rafif yang tidak membawa persiapan stok cemilan untuk para balita. Sehingga malam hari saat si kakak kelaparan, yayah Rafif memutuskan memesan makanan di hotel. Seperti biasa untuk urusan budget mamam Rafif yang memilih menunya. Pilihan jatuh kepada menu sandwich, dengan budget Rp. 75.000,- keluarga Rafif bisa menikmati 4 potong besar sandwich ditambah kentang goreng seabreg ditengahnya.


Untuk menu sarapan pagi pun sangat bervariasi. Saat itu selain menu buffe pada umumnya, juga terdapat menu makanan jepang sushi dan edammame. Kebetulan sekali edammame ini makanan favorit si kakak.

Melihat fasilitas kolam renang pun cukup membuat girang si kakak. Tak hanya menyediakan kolam renang untuk anak-anak dengan kedalaman 0,6 m juga terdapat ruang bermain di dekat area kolam renang. Sehingga jika bosan berenang anak-anak bisa menghabiskan waktu bermain diruangan tersebut.

Kolam Renang Anak dengan Kedalaman 0,6 m

Arena Bermain Anak
Selain itu di dekat arena kolam renang juga dijual popcorn ukuran jumbo d
engan harga Rp. 25.000,- harga yang cukup murah untuk ukuran popcorn jumbo di hotel dibandingkan popcorn yang dijual di bioskop.


Untuk pengunjung yang lupa tidak membawa pelampung, di dekat area kolam renang juga disediakan persewaan pelampung, mulai bentuk pelampung biasa, ban renang besar, bahkan neck ring untuk balita juga ada.

Sayangnya ada sedikit hal yang mengusik yayah dan mamam Rafif, di kolam renang yang harusnya kids friendly mengingat ada kolam anak, ternyata terdapat beberapa asbak yang memang sepertinya disediakan oleh pihak hotel.

Sebenarnya keluarga Rafif bisa mengakali dengan mencari tempat duduk yang agak jauh dari asbak tersebut, sayangnya saat itu kursi santai yang jauh dari arena asbak sedang full.

Kekurangan lainnya, akses kursi santai disisi yang satu dengan yang lain agak jauh dan tidak terhubung dengan akses memotong kolam renang. Ada sih, tapi "suempit". Jadi kalo mau nyeberang untuk amannya lebih baik pilih naik turun jalur tangga yang disediakan. Kelemahannya ini sebenarnya membuat orang tua sedikit was-was jika hanya mengawasi dari satu sisi sedangkan anak-anak maunya keluar masuk kolam satu kekolam yang lain.

Hal lainnya yang sempat membuat keluarga Rafif sedikit kecewa adalah saat kembali dari tempat berenang menuju kamar dengan harapan sekalian mau check out mumpung belum jam 12 siang, ternyata akses kartu (kunci) kamar sudah terkunci.

Beberapa staff awalnya menyarankan mamam dan yayah Rafif turun ke loby mengurus kunci kamar tersebut, namun mengingat membawa gembolan banyak dari kolam renang dan dua balita yang sudah lelah setelah berenang apalagi si adik sudah tertidur membuat mamam dan yayah Rafif kecewa dengan pelayanan tersebut.

Tak dipungkiri sebenarnya memang demi keamanan para pengunjung, para staff tidak boleh sembarangan membukakan pintu kamar. Namun mengingat jam belum menunjukkan pukul 12 siang seharusnya mamam dan yayah Rafif tidak perlu mondar-mandir naik turun lift mengeluarkan tenaga ekstra mengurus kunci pintu ke loby hanya demi mau mengambil barang-barang di kamar sekalian check out. Untungnya ada salah satu staff yang berbaik hati mau membantu kami sembari mengkroscek data diri kami. Nah gitu dong mbak, bawa bayi dan balita ini berat mamen kalo harus mondar-mandir nggak jelas.

Ya seuprit kekecewaan keluarga Rafif sebenarnya nggak sebanding sih dengan fasilitas nyaman dari hotel Harris tersebut. Mungkin saat itu keluarga Rafif sedikit lelah, perlu piknik, sehingga hal-hal sepele yang bisa ditoleransi untuk pengunjung lainnya tetap menjadi catatan tersendiri.

Oh ya mumpung ingat, dikamar yang ditempati keluarga Rafif terdapat lantai kayu dan tegel dipisahkan oleh list yang ternyata sedikit mengelupas, sehingga cukup berbahaya jika ada balita berkeliaran di lantai. Namun dengan cekatan para staff hotel Harris mencarikan solusi alternatif agar list yang mengelupas tersebut tidak membayakan si kakak adik. Jempolan deh untuk keramahan dan kecekatan para staff hotel Harris.

Untuk yang hobby berfoto dengan hal-hal unik, didekat lobby terdapat vespa yang instagramable untuk berfoto.


Sedikit tambahan info untuk yang memiliki phobia button, hotel yang satu ini termasuk aman bebas button.

10 komentar:

  1. asyik ya kalau nyaman buat anak, jadinya kita tenang

    BalasHapus
  2. lumayan juga sih mba, 700 peralam :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak...hihihi...biasanya kita nyari yang promo2 gitu. Tapi karna dadakan dan si kakak langsung nunjuk ini ya wes lah. kebetulan hotel lainnya lagi banyak yang full booked

      Hapus
  3. untungnya sedikit kekurangan (list yang ngelupas bisa ditangani staf yang cepat tanggap ya)
    aku sendiri blum pernah nyobain harris hotel, tapi klo anak grupnya kayaknya pernah yang di bogor hihi

    itu sandwitchnya kok keknya enak banget ya , pingin nyumil \(´▽`)/ \(´▽`)/ \(´▽`)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak stafnya cepet tanggap. Sandwichnya itu bisa bikin kenyang ber4. hihihi...

      Hapus
  4. Asyik banget ini tempatnya yang bisa membuat nyaman anak-anak. Apalagi permalamnya juga tidak terlalu mahal ya.

    BalasHapus
  5. 700rb, itu weekend ya..
    Apa ada kamar yg lebih murah lg di hotel harris

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo di harrisnya segitu mbak, mungkin kalo tanpa sarapan bisa sedikit lebih murah kali ya.

      Hapus