Kamis, 15 September 2016

Lebih Mengenal Sejarah Gedung Pertamina Lama Surabaya

Rafif-Beberapa waktu lalu keluarga Rafif ikut antusias mengikuti jalannya acara Pertalite Community Challenge. Ya...meskipun mamam Rafif harus puas hanya dengan duduk manis didalam mobil karena kakak adik kurang enak badan sembari melihat antusias peserta menyelesaikan tantangan yang diberikan panitia.


Saat itu selain rute pemberhentian di pos yang terletak di beberapa SPBU, Gedung Pertamina lama Surabaya juga menjadi salah satu pemberhentian menarik yang membuat mamam Rafif penasaran.

Salah Satu Pos Pemberhentian di SPBU
Ternyata ada cerita dan sejarah dibalik gedung tua tersebut. Menurut cerita yayah Rafif gedung Pertamina tua itu dulunya sempat menjadi tempat hiburan para paraMeneer (tuan) dan Mevrouw (nyonya) besar bangsa Belanda dan Eropa menikmati kehidupan malam. Ada juga yang menyebutkan gedung Pertamina itu dulunya dijadikan tempat dugem, mungkin semacam club malam gitu kali ya.


Selain itu setelah membaca-baca dari beberapa sumber memang disebutkan bahwa gedung Pertamina tersebut dulunya juga pernah diduduki oleh Pasukan sekutu dipimpin oleh Kolonel Pugh yang memerintahkan untuk merebut persenjataan rakyat Surabaya sehingga menyebabkan kemarahan para Pejuang Surabaya dan terjadilah pertempuran berdarah yang menewaskan Brigjen Mallaby di sekitar Jembatan Merah Surabaya.
Bagian Dalam Halaman Gedung Pertamina (Lama) Surabaya
Kematian Brigjen Mallaby ini ternyata juga membuat Pasukan Sekutu mengeluarkan ultimatum bahwa Pemimpin dan Rakyat Surabaya diharuskan menyerah pada 9 November 1945 selambat-lambatnya pukul 18.00 WIB. Namun ultimatum tersebut tak pernah dituruti sehingga meletuslah pertempuran 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai hari pahlawan. Dari situ jugalah sampai saat ini Surabaya memiliki julukan sebagai KOTA PAHLAWAN.

Dari situ jelas sudah bahwa Bangunan Gedung Pertamina yang terletak di jalan Veteran ini merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan Rakyat Surabaya. Bahkan saat ini Gedung Pertamina tersebut menjadi salah satu cagar Budaya yang wajib dilestarikan dan tidak boleh dirubah bentuknya demi mengenang sejarah perjuangan Rakyat Surabaya merebut kemerdekaan Indonesia.


2 komentar:

  1. Wah ternyata ada sejarahnya gedung pertamina di sana ya.. aku tuh suka sama gedung dan tempat2 yg ada nilai sejarahnya ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga baru tau karna ngikutin acara community challenge itu...hehehe

      Hapus