Selasa, 06 September 2016

Perjalanan Ke Surabaya Dengan Kereta Komuter Sulam

Rafif-Setelah tempo hari keluarga Rafif merasa takjub saat mengetahui ada komuter keren untuk jalur Surabaya Lamongan, dan mencoba perjalanan dari Surabaya ke Lamongan. Kali ini saatnya keluarga Rafif kembali ke Surabaya.

Untuk jadwal komuter sulam dari lamongan ke surabaya ternyata baru berangkat sekitar pukul 05.30. Ini sebenarnya diluar prediksi karena mengira jadwal keberangkatan jam 05.00.

Serunya ketika menanti kedatangan komuter sulam banyak pedagang yang sama sama menanti, ikut menawarkan dagangannya. Jadi ya lumayanlah ketimbang hanya diam digigit nyamuk, keluarga Rafif bisa nunggu komuter sulam sambil nyemil serabi dan tahu goreng.


Untuk urusan shalat subuh, awalnya berniat nantinya shalat subuh di kereta saja, namun setelah tahu jadwal keberangkatan baru pukul 05.30 membuat keluarga rafif memutuskan shalat di stasiun saja. Musholah di stasiun tersedia dibagian dalam, sehingga untuk bisa ikut shalat di musholah penumpang harus rela menanti petugas mau membukakan gerbang utama stasiun.

Menurut beberapa penumpang biasanya pagi jam segitu (kurang lebih waktu itu jam 4.30) gerbang nggak dikunci, namun sayangnya saat itu gerbang masih terkunci. Sehingga penumpang perlu menunggu beberapa saat hingga ada seseorang yang memiliki akses masuk ke dalam stasiun datang. Beruntung orang tersebut berbaik hati tidak mengunci lagi gerbangnya sehingga beberapa penumpang bisa segera ke musholah untuk ikut menunaikan shalat subuh secara bergantian. Para penumpangpun tertib setelah shalat subuh mereka segera keluar lagi tanpa diberi aba-aba.

Hingga akhirnya kurang lebih pukul 05.00 loket tiket dibuka oleh petugas, para penumpang membeli tiket secara bergantian. Kali ini berbeda dari pengalaman sebelumnya. Ternyata penumpang komuter sulam dari lamongan lebih banyak daripada yang dari Surabaya tempo hari. Rata-rata para penumpang adalah pedagang yang akan menjual dagangan di Surabaya.


Lebih seru lagi, karena gerbang baru dibuka mepet jadwal keberangkatan membuat para penumpang antusias berebut masuk ke stasiun. Jika sebelumnya dengan rute Surabaya lamongan penumpang tak perlu antri berebut minta stempel petugas penjaga pintu gerbang stasiun, kali ini semua harus rela berdesak-desakkan untuk meminta stempel bukti tanda bahwa tiket sudah diperiksa. Bisa dibayangkan setelah berhasil mendapat stempel semua langsung lari semburat berebut kuatir nggak kebagian tempat duduk.

Mengingat jumlah penumpang cukup banyak membuat yayah Rafif berinisiatif membeli tiket 3 lembar. Minimal nanti jika dapat tempat duduk kakak nggak diusir penumpang lain. Kebetulan usia kakak 2 tahun 10 bulan, jadi nggak papalah sementara dibulatkan ke atas 3 tahun. Seandainya pun nggak kebagian tempat duduk ya udah pasrah aja.

Alhamdulillah meski terlihat penumpang membludak, masih banyak kursi kosong tersedia. Sehingga kakak adik tetap nyaman duduk bersenda gurau selama dalam kereta komuter.


Perjalanan kali ini diiringi dengan pancaran sinar matahari pagi yang baru terbit, sehingga keluarga Rafif bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan Lamongan Surabaya.

Beberapa menit sebelum tiba di stasiun Pasar Turi Surabaya, ternyata ada beberapa tugas yang membersihkan sepanjang gerbong komuter. Mulai membereskan pewangi ruangan yang ada didalam komuter untuk disimpan (mungkin biar nggak hilang oleh tangan-tangan jahil kali ya), sampai membersihkan sampah dan menyapu sepanjang gerbong komuter. Oh pantes komuternya kinclong bersih dan nyaman. Ini toh rahasianya.


Keren banget nih sekarang PT. KAI mulai berbenah, kalo begini transportasi kereta di Indonesia bakal nggak kalah keren nih sama luar negeri. Yang lain bisa-bisa lewat... :D

5 komentar:

  1. namanya lucu ya mba, kereta sulam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kayaknya singkatan dari Surabaya Lamongan :)

      Hapus
  2. Iya unik namanya
    Stasiunnya g 24 jam buka ya Mb?
    Mksdnya g ada jadwal dtg or berangkat malam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya karena stasiun kecil jadi dia nggak buka 24 jam

      Hapus
  3. Kalo ke Surabaya saya langganan kereta Komuter SULAM ini lho, begitu juga pulangnya selalu naik kereta

    BalasHapus