Selasa, 17 Januari 2017

Harga Naik Becak di Jogja

Rafif-Jogja merupakan salah satu kota yang masih kental dengan budayanya, sehingga banyak diminati oleh banyak wisatawan. Beberapa lalu saat Keluarga Rafif berkesempatan berkunjung ke Kota Jogja maka kami juga menyempatkan menikmati serunya wisata transportasi tradisional yang banyak diminati wisatawan.
Becak, Salah Satu Transportasi Tradisional Yang Banyak Diminati di Jogja
Kamipun memulai pengalaman kami di malam pertama di Jogja dengan mengunjungi indomaret terdekat dari lokasi Hotel The 101 Yogyakarta Tugu tempat kami menginap. Ssesuai dari info yang kami dapat tarif yang bisa kita keluarkan untuk menaiki becak dari Hotel The 101 menuju Indomaret antara Rp. 10.000,- s/d Rp. 15.000,- maka kami memilih berjalan kaki terlebih dahulu menuju indomaret yang bisa kita tempuh kurang lebih 15 menit dengan berjalan kaki. Sekembalinya dari indomaret baru saya memilih menggunakan jasa transportasi becak dengan tarif Rp. 15.000,-. Saya sengaja tidak menawar, karena kebetulan barang bawaan saya segambreng, jadi tarif Rp. 15.000,- tersebut menurut saya masih masuk akal ketimbang saya harus jalan kaki sembari gendong dua bocah.
Serunya Naik Becak Menikmati Malam Hari di Jogja
Keesokan harinya bersama sahabat saya Bunda Utari, kami mencoba menyusuri jalanan dari hotel 101 menuju Malioboro menggunakan becak, disitu becak meminta tarif Rp. 20.000,-. Lagi-lagi saya memang sengaja nggak nawar, karena pikir saya siang hari panas-panas. Kami menggunakan 2 becak sehingga total budget yang kami keluarkan adalah Rp. 40.000,- untuk 2 becak.

Sesampainya di Jalan Malioboro kami menyempatkan jalan kaki menikmati pedestrian Malioboro yang baru saja di resmikan. Suasana pedestrian ini benar-benar nyaman bagi pejalan kaki. Hingga akhirnya kami tiba di sebuah rombong es dawet campur yang berada didepan hotel mutiara. Puas menikmati es dawet campur, kami pun memutuskan kembali ke hotel menggunakan delman.

Tarif delman yang ditawarkan dari depan hotel Mutiara menuju Hotel The 101 Yogyakarta Tugu adalah Rp. 100.000,-. Harga yang cukup mahal pikir kami. Namun kusir delman meyakinkan bahwa tarif tersebut tidaklah mahal, mengingat nantinya untuk sampai di Hotel The 101 Yogyakarta Tugu, delman harus berputar agak jauh terlebih dahulu agar tidak memotong arus berlawanan.

Menikmati Jogja Dengan Delman
Tak hanya menikmati serunya jalan-jalan menggunakan delman, sebenarnya bapak kusir juga menawarkan kami boleh mampir di beberapa pusat oleh-oleh Jogja. Namun, karena kami sudah lelah maka kami memilih untuk tidak mampir kemana-mana alias langsung balik hotel saja. Ternyata memang benar jarak yang ditempuh saat kembali jauh lebih panjang dari saat berangkat. Sehingga budget Rp. 100.000,- yang ditawarkan di awal menurut saya masuk akal sih ya. Lagi-lagi saya memang nggak tega nawar. Hehehe...

Setelah puas menikmati Jogjakarta maka sehari berikutnya kami memutuskan bertolak ke Solo menggunakan kereta Pramex. Kami pun menggunakan jasa transportasi Becak yang ada didepan hotel menuju Stasiun Tugu Jogja.

Siap Menuju Solo

Awalnya bapak becak menanyakan kemana kereta tujuan kami, karena  berbeda tujuan maka tarif yang di tawarkan pun berbeda. Saat kami menyebutkan Solo, si pak becak menawarkan tarif Rp. 25.000,-. Sempat sedikit menawar karena saya mengira terlalu mahal, mengingat budget untuk menuju malioboro hanya Rp.20.000,- saja. Bayangan saya stasiun tugu tidak lebih jauh dari ujung jalan Malioboro.

Meluncur Ke Stasiun Tugu Jogja
Ternyata memang benar, jika tujuan kita Jakarta maka saya akan turun di Stasiun Tugu yang terletak sebelum ujung jalan Malioboro. Namun jika tujuan kita ke solo, maka kita harus menuju stasiun tugu yang satunya, dimana sesampainya diujung jalan malioboro bapak becak masih harus mengayuh becak belok ke kanan hingga beberapa meter kedepan. Baiklah kali ini setelah menawar dan deal Rp. 20.000,- kami malah nggak tega bayarnya, jadinya malah bayar sesuai dengan tarif yang ditawarkan di awal oleh bapak becak yaitu Rp.25.000,-.

Menikmati Perjalanan Menuju Stasiun Tugu Jogja

Dan hanya karena kami nggak jadi nawar, si bapak becak mendoakan kami panjang umur, selamat sampai tujuan dan banyak rejeki. Hehehe... makasih ya pak... Semoga bapak juga banyak rejekinya. Amin.

8 komentar:

  1. Pengalaman saat liburan ke Yogya kemarin, kadang ada yang harganya digenjot sih Mbak, kalau dibandingin dengan naik taksi jadi beda tipis harganya. Sementara bawaan banyak banget, akhirnya kami prefer naik taksi. Tapi kalo pas ga ga ada bawaan kami naik becak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas baca-baca di google juga gitu, makanya kita sebelum naek becak nanya2 dulu ke pegawai hotel

      Hapus
  2. Kalau tarif becak masih 20-25 ribu ya wajar. Di.malang juga segitu

    BalasHapus
  3. Suka gak tegaan deh aku klo naik becak, apalagi kalau ketemu jalanan nanjak trus bapaknya udah tua, rasanya pengen turun trus jalan kaki hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi yang di bawa orangnya gede kayak aku...hihihi...

      Hapus
  4. Anak-anak juga kalau ke Jogja suka naik becak, hehehe.

    BalasHapus
  5. Rasanya tarifnya masih wajar mbak,
    Soalnya kasian juga kadang liat abang-abang tukang becaknya.

    BalasHapus