Menu

Selasa, 03 Januari 2017

Mie dan Penyetan Khas Surabaya di Warung Mapan

Rafif-Beberapa hari ini keluarga Rafif berkali-kali berkesempatan mencicipi mie ayam dari warung mapan. Hal inilah yang membuat saya sebenarnya penasaran dengan lokasi warung mapan yang terkenal seantero Surabaya. Selain itu menurut yayah Rafif yang pernah ke sana beberapa kali, di warung mapan ini tidak hanya menu mie saja yang ditawarkan. Ada beberapa menu penyetan khas Surabaya yang juga ditawarkan disana.

Pangsit Mie Ayam (Komplit) Warung Mapan
Awalnya saya kurang tertarik, saat suami mengajak makan kami di Warung Mapan tersebut. Bayangan saya hanya akan ada menu mie saja, padahal saat itu saya sedang ingin makan dengan menu yang lebih "manusiawi" (begitu biasanya saya menyebut menu makanan berat yang dilengkapi dengan nasi dan lauknya). Selain itu saya juga membayangkan sebutan "warung" ini diidentikan dengan tempat makan yang kurang cozy alias akan banyak asap rokok dimana-mana layaknya warung kopi tempat para bapak-bapak menikmati rokok beserta kopinya, padahal saat itu kami akan makan membawa dua balita yang tentunya tidak sehat jika harus bergumul dengan asap rokok.

Ternyata bayangan saya salah.

Warung Mapan Surabaya
Warung Mapan ternyata sebuah rumah makan yang nyaman. Sayangnya saat kami tiba, karena bersamaan dengan jam makan siang sehingga hampir seluruh meja makan di lantai satu full oleh pengunjung. Sehingga oleh sang pramusaji kami dan beberapa pengunjung lainnya yang baru datang diperbolehkan menuju ke lantai dua.

Kami-pun disodori satu lembar menu besar yang  berisi daftar makanan yang bisa kami pesan disana. Selain mie ayam dengan berbagai variasi menu dan porsi, kami juga bisa memilih menu penyetan khas Surabaya. menu penyetan disajikan terpisah dengan nasi. Sehingga untuk saya yang sedang berdiet mungkin bisa memilih menu penyetan saja tanpa nasi. Sayangnya saat itu saya sudah kelaparan berat, sehingga saya memutuskan untuk ikut memesan nasi putih juga.
Menu Penyetan
Menu Pangsit Mie Ayam
Untuk adik mengikuti menu si kakak yang sejak awal memang sudah request keras "Kakak mau makan mie!

Sebenarnya ada salah satu menu yang menjadi favorit pelanggan yaitu menu penyet keroyokan, dimana satu menu bisa dinikmati oleh 3-4 orang. Tapi atas berbagai pertimbangan kami lebih memilih menu masing-masing. Suami memilih menu otot penyet, kerang dan tahu. Sedangkan saya memilih menu empal dan bakwan penyet.

Menu Pilihan Kami
Meski seperti nama "khas"nya dimana disebut penyetan karena lauk yang di"penyet" diatas sambalnya, namun kami sepakat meminta agar sambalnya dipisah. Tujuannya agar jika sewaktu-waktu kakak adik mau ikut mencicipi kami tak perlu kuatir mereka kepedasan. Untuk sambalnya pun kami bisa memilih sesuai selera. Suami memilih sambal pedas, sedangkan saya cukup sedang saja.

Tak begitu lama menu mie ayam komplit pesanan kakak datang lebih dulu. Sehingga kakak bisa lebih dulu menikmati makan siangnya bersama adik. Awalnya saya hanya memesankan porsi biasa saja bukan porsi jumbo karena pikir saya daripada nanti tidak habis. Ternyata perkiraan kami meleset, satu porsi mie ayam komplit tidak cukup mengenyangkan kakak karena dibagi berdua dengan adik.

Bayangan kami nasi penyetan yang kami pesan akan datang dengan segera dan cukup bisa membantu mengganjal perut kakak yang masih kelaparan ternyata juga meleset, karena menu pesanan penyetan kami tidak langsung datang. Cukup lama menurut saya dan cukup membuat saya yang sudah lapar makin kelaparan nggak karuan. Catatan buat saya kedepannya jika saya sedang kelaparan dan memilih warung mapan mungkin sebaiknya lebih memilih menu mie saja.

Menurut saya penyajian minumnya juga sedikit terlambat. Saya beralasan demikian karena sampai mie ayam kakak adik (yang pertama) habis minuman tak kunjung datang, hingga 5 menit kemudian saya bisa bernafas lega saat si mbak-mbak datang membawa segelas besar es cao cokelat, segelas besar es teh, segelas ukuran biasa es teh leci, dan satu botol air mineral bermerk cleo.

Sebenarnya untuk durasi penyajiannya, menurut suami yang pernah kesana seharusnya biasanya memang tidak selama itu. Mungkin saat itu karena sedang banyak pengunjung saja, sehingga para staff disana sedikit keteteran.

Saya bilang keteteran karena ada beberapa pesanan yang sudah dari tadi di cancel oleh pengunjung yang tadinya duduk di belakang kami, malah tetap disajikan. Padahal si pengunjung sudah pergi dari tempatnya. Begitu juga dengan nasib pesanan pangsit mie ayam kedua kami, dimana gorengannya di sajikan terlebih dahulu tanpa mie. Hingga agak lama kemudian, mie ayam baru disajikan ke meja kami.

Selain itu menurut suami, biasanya jarang-jarang lantai dua dibuka untuk pengunjung. Saat itu pun, ketika tiba di lantai dua semua kursi masih dalam kondisi dibalik diatas meja.

Dari segi rasa mie, jika dibandingkan dengan mie pemkot yang menjadi favorit kami sih mungkin masih lebih "gurih" mie pemkot ya. Untuk tekstur mie, menurut saya dibanding mie pemkot yang pernah saya ulas dengan judul "Mencari Jejak Makanan Enak di Surabaya Selain di Mall", mie Mapan ini lebih basah, sehingga antara mie yang satu dan yang lain tidak terlalu lengket.

Tambahan lainnya seperti yang sudah saya ceritakan di atas mie Mapan ini memiliki banyak pilihan variasi menu, sehingga kita bisa memilih mie mana yang ingin kita rasakan. Poin lainnya, untuk gorengan yang disajikan bersama menu mie ayam komplit ini juga enak rasanya, meski dimakan secara terpisah.

Untuk menu penyetan, otot dan empalnya menurut saya enak tidak keras. Sehingga saya tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk menggigitnya. Sedangkan untuk tahu gorengnya, bagi saya yang lebih suka tahu goreng dengan tingkat kematangan kering menurut saya tahunya masih kurang menarik minat saya.

Bagaimana minumannya?
Es cao coklatnya ini menjadi favorit kakak yang seharusnya di awal saya pilihkan es teh leci. Alasannya ternyata setelah saya coba teh leci nya sedikit pahit untuk ukuran kakak-adik. Pahit maksudnya pahit teh ya. Sedangkan untuk es cao coklatnya memang manis, namun buat saya pecinta coklat menurut saya rasa coklatnya kurang nyokelat ya.

Oh ya, disana juga dijual menu frozen food yang bisa ditemukan di lemari pendingin, terletak dekat meja kasir. Mungkin frozen food ini bisa dijadikan daftar oleh-oleh kuliner khas Surabaya bagi kerabat yang berada di luar kota

Frozen Food
Lokasi :
Jl. Baratajaya XIX no. 51 Surabaya


10 komentar:

  1. Aku waktu kesini nyobain menu bakso penyet dan empal. nasinya bentuk cinta

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuaaahhh pas aku bentuk biasa mbak mungkin saking banyaknya pengunjungnya

      Hapus
  2. Ntar kalo mudik ke gresik, mau mampir nyobain kesana
    Btw di jkt ada warung sambel belut suroboyo lho, dan ini cabang yg di rungkut #pamer

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Cumi wong gresik bagian mana sih? Kapan mudik ke gresik? sekarang banyak makanan enak lo di gresik :p

      Hapus
  3. Waaah lagi laper liat giniaaan.. ngecess hahah pengen banget itu makanannya, lempar sini dooong :D

    BalasHapus
  4. Kayaknya pangsitnya enak. Aku suka mie yang kelihatannya bersih. Soalanya banyak mie yang agak gimana gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, kalo dari segi higienitas mie nya ini memang oke menurut aku

      Hapus
  5. Diakui kuliner serba mie emang cocok di lidah semua kalangan ya mba.enggak yang anak2,muda mudi,dewasa bahkan orang tua pada getol nyantap mie.hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, anakku doyan banget sama mie

      Hapus