Rabu, 01 Februari 2017

Jalan Jalan Ke Solo - Hari Pertama

Rafif-Sudah lama keluarga Rafif sebenarnya ingin mengunjungi kota Solo. Namun, setiap kali merencanakan perjalanan ke Solo justru seringkali tidak terlaksana. Hingga akhirnya suatu ketika saat kami berkunjung ke kota Jogja tanpa, tanpa rencana yang matang di hari ke-3 kami memutuskan menuju kota Solo. Tanpa berbekal informasi lengkap kami mencoba peruntungan menuju stasiun untuk mencari tiket Kereta Api Pramex jurusana Jogja-Solo. Rencana kami saat itu, jika pun kami tak mendapatkan tiket kereta api pramex, maka kami akan mencari alternatif menaiki bus Eka atau bus Mira menuju kota Solo. Beruntung saat itu kami masih kebagian jadwal keberangkatan kereta api Pramex. Perjalanan Jogja-Solo ditempuh kurang lebih satu jam.


Sesampainya di Stasiun Solo balapan, kami dijemput oleh salah satu saudara untuk mampir check in sebentar di hotel Swiss BeliNN Saripetojo Solo, kemudian kami segera melanjutkan mengeksplore kota Solo.
Menanti Jemputan di Solo Balapan
Hal pertama yang ingin kami coba yaitu makanan khas Gudeg Solo. Dimana, dari info yang disampaikan oleh saudara kami, Gudeg Solo ini di sajikan dengan menggunakan kuah. Hal ini berbeda dengan Gudeg Jogja yang disajikan tanpa kuah, sehingga cenderung kering. Kami pun diajak mencoba mencicipi Nasi Gudeg Mbak Tutik yang terkenal di Solo. Disana kita memilih menu lauk yang akan kita coba.

Kedai Gudeg Mbak Tutik
Pilihan Menu Lauk di Gudeg Mbak Tutik
 

Puas mencicipi Gudeg Mbak Tutik Solo, saudara kami menyarankan kami untuk mencicipi susu murni Shi-Jack yang terletak di sebelah warung gudeg Mbak Tutik. Menurut saudara kami, susu murni Shi-Jack tersebut merupakan kedai susu yang paling terkenal juga di Solo. Baik Gudeg Mbak Tutik maupun kedai susu murni shi-jack ini berada dideretan dekat supermarket Luwes Solo.

Shi-Jack
Lalu, kami diajak mengunjungi sebuah pasar (bazar) malam Solo. Menurut saudara kami, disana biasanya banyak dijadikan lokasi berfoto oleh banyak pengunjung. Sayangnya saat kesana hujan sedang turun rintik-rintik. Lokasi yang menurut saudara kami banyak digunakan untuk berfoto saat itu ternyata sedikit gelap menurut saya. Sehingga kurang mumpuni jika digunakan berfoto dengan bermodal kamera handphone biasa. Mungkin butuh kamera sekelas DSLR.


Batal berfoto, ternyata kami justru mendapatkan lokasi menarik di sudut seberang jalan, yaitu Keraton Mangkunegaran. Menurut saudara kami, keraton mangkunegaran ini sering disebut sebagai keraton ke dua di solo. Jika dijelaskan secara gampang, maka Keraton Mangkunegaran ini semacam kedubes atau perwakilan dari kerajaan Jogja yang ada di Kota Solo. Sayangnya, karena kami datang malam, maka kami cukup puas bisa berfoto didepan Keraton Mangkunegaran.


Geerbang Keraton Mangkunegaran Solo
  

Setelah berfoto didepan Keraton Mangkunegaran, kami langsung meninggalkan lokasi menyusuri kota Solo Mencari Jejak Nol Kilometer Solo. Setelah menebak-nebak dan sedikit bertanya kepada beberapa petugas yang berada didepan balai kota Solo, kami ditunjukkan bahwa Tugu Tiang Lampu Gladag yang berada diseberang balai kota merupakan titik nol kilometer kota Solo.

Puas berfoto di depan Tugu Tiang Lampu Gladag, kami pun disarankan oleh saudara kami menuju Tugu Jam Pasar Gede yang merupakan salah satu icon kota Solo. Menurut saudara kami, tugu jam pasar gede solo ini ibarat big ben yang dimiliki oleh kota Solo. Tugu Jam Pasar Gede ini merupakan peninggalan zaman PB X.

Lokasi Jam Pasar Gede
Tugu Jam Pasar Gede
 

Waktu semakin larut, sehingga kami memutuskan untuk kembali ke Hotel, mengingat keesokan paginya kami ingin mengeksplore car free day yang ada di kota Solo sembari mencari nasi liwet makanan khas Kota Solo.

Kami pun kembali ke hotel Swiss BeliNN Saripetojo Solo sembari menikmati pemandangan kelap kelip kota Solo yang begitu indah dari dalam kamar hotel. Ternyata seru juga menyusuri Kota Solo yang memiliki banyak history disetiap sudut kota nya.

Pemandangan Kota Solo dari Kamar Hotel Swiss BeliNN

3 komentar:

  1. Asik ya bisa explore Solo tanpa direncanakan :D

    BalasHapus
  2. Waaah, Solo-solo ... kapan ya, jalan-jalan lagi ke Solo

    BalasHapus
  3. Wuah ngeces gudegnya. Beda gudeg Solo sama Yogya apa ya? Blm pernah ke Solo soale hehe

    BalasHapus