Kamis, 02 Maret 2017

Jeprat Jepret Kuliner Khas Lombok

http://www.gandjelrel.com/2017/02/blogging-competition-jepret-kuliner-nusantara-dengan-smartphone.html

Tidak lengkap rasanya jika kita mendatangi sebuah daerah, tapi kita tak mencicipi makanan khas yang ada disana. Seperti pengalaman kami keluarga Rafif, saat beberapa waktu lalu berhasil menginjakkan kaki di pulau Lombok.

Yeiii... Selamat Datang di Pulau Lombok, begitu ucap saya dalam hati yang sudah begitu lama memimpikan bisa mengunjungi pulau tersebut.


Tak perlu menunggu terlalu lama, setelah tiba di hotel kami pun segera mengeksplore tempat-tempat menarik di pulau Lombok, karena kami yakin Mengeksplore Keindahan Pulau Lombok Sehari Tak Kan Pernah Cukup.

Ada banyak tempat wisata yang bisa kami eksplore dari destinasi yang kami datangi di Pulau Lombok. Tak hanya tempat wisata menarik, kami juga tertarik jeprat jepret kuliner khas lombok yang menurut kami jarang bisa kami temui di tempat asal kami.

Tak lupa sebelum mengeksplore makanan khas lombok, saya menyiapkan senjata utama saya Asus Zenfone ZE520KL yang memiliki PixelMaster Camera. Dimana Asus Zenfone ini memang dipercaya memiliki performa oke dan prima dalam menghasilkan foto.

Jadi untuk urusan jeprat jepret kuliner khas lombok kali ini saya tak perlu dihebohkan dengan barang bawaan heboh macam kamera DSLR, karena Asus Zenfone ZE520KL yang saya gunakan ini sudah built for photography.

Oke jadi langsung saja kami meluncur menikmati keseruan mengeksplore sembari jeprat jepret kuliner khas Lombok. Beberapa makanan yang berhasil kami eksplore di Pulau Lombok, yaitu
1. Ayam Bakar Taliwang
2. Sate Rembiga
3. Pizza Taliwang

Seperti yang disampaikan oleh Pak Haji Suratman, selaku pemandu wisata kami di hari kedua di pulau Lombok, bahwa salah satu makanan yang paling terkenal dan diminati oleh para wisatawan di pulau Lombok adalah Ayam Bakar Taliwang. Dinamakan ayam bakar taliwang, karena menurut beliau, resep asli ayam bakar ini berasal dari kampung taliwang. Meski diluar sana banyak ditawarkan menu ayam taliwang, tapi menurut pak haji biasanya menu ayam tersebut hanya dibuat mirip saja, jarang ada yang bisa membuat persis rasanya seperti rasa ayam bakar asli taliwang yang di tawarkan di kampung taliwang.

Kamipun berhasil mencicipi ayam bakar taliwang di sebuah rumah makan yang paling terkenal di pulau Lombok. Tak lupa kami juga menyempatkan jeprat jepret ayam bakar taliwang yang kami cicipi, sebagai salah satu bentuk otentik bahwa kami pernah makan ayam bakar taliwang di kampung Taliwang Lombok.

Ayam Bakar Taliwang
Meski terkenal dengan makanan yang hampir semuanya pedas di pulau Lombok, untuk Ayam Bakar Taliwang yang kami pilih ini tidak terasa pedas sedikitpun. Kebetulan saat memesan kami memang menekankan untuk diberi menu yang tidak pedas, mengingat baik kakak maupun adik juga ikut makan.

Setelah puas menghabiskan Ayam Bakar Taliwang yang memiliki rasa rempah-rempah yang khas, beberapa hari berikutnya, kami berkesempatan mencicipi Sate Rembiga yang dibungkuskan oleh suami untuk kami sesaat sebelum kembali ke Surabaya.

Sebenarnya dari cerita suami saya, dia sudah sering mencoba sate rembiga khas Lombok dari teman-teman kantornya yang biasanya baru datang dari pulau Lombok. Sate Rembiga ini berbahan dasar daging sapi. Sehingga jika dilihat sekilas sate ini sebenarnya menyerupai sate daging biasa. Kita akan segera mengetahui perbedaan rasanya ketika kita mulai menggigitnya satu persatu.

Sate Rembiga
Satu hal yang saya rasakan sensasinya ketika mencicipi sate Rembiga ini, adalah tekturnya yang sangat emput. Dari segi rasa, sate rembiga ini menawarkan rasa pedas manis gurih. Rasa yang cukup unik bagi lidah saya. Menyesal sebenarnya saat itu saya hanya mencicipi dua tusuk saja dan menolak saat suami mengajak mampir ke depot Sate Rembiga, karena kuatir terlambat tiba di bandara internasional Lombok. 

Tak hanya dua makanan itu saja sebenarnya yang sempat kami explore. Saat berada di hotel Aston Mataram sebenarnya kami juga sempat mencicipi makanan modern berbalut resep khas Lombok. Makanan tersebut adalah Pizza Taliwang.

Meski sama-sama disebut Taliwang, tapi pizza taliwang ini berbeda rasa dari ayam bakar taliwang yang kami cicipi sebelumnya. Jika Ayam Bakar Taliwang yang kami cicipi memiliki rasa yang tidak pedas sama sekali, maka sebaliknya Pizza Taliwang memiliki rasa yang sangat pedas. Terdapat potongan cabe kecil di setiap sudut Pizza Taliwang yang dihidangkan. Sehingga membuat baik kakak maupun adik tidak ikut mencicipinya.

Pizza Taliwang
Sebenarnya dengan keunikan Pizza Taliwang yang ditawarkan saat itu, suami jadi memiliki ide untuk membuat bisnis Pizza dengan citarasa superpedas ditempat asal kami. Kebetulan ditempat kami banyak makanan pedas dengan citra rasa "pedas gila" sangat diminati, yang paling populer baru-baru ini adalah mie setan. Dinamakan "setan" karena memiliki cita rasa yang pedasnya bikin ingus meler plus keringat berceceran.

Saya jadi bayangkan bagaimana jadinya jika saya dan suami memulai bisnis serupa membuat pizza yang pedasnya ngalah-ngalahin Pizza Taliwang tersebut. Pasti seru. Sayangnya saya dan suami nggak punya keahlian masak. Jadi ya sudahlah angan-angannya disimpan dulu. Sementara sembari menyimpan angan toh tidak ada salahnya saya memotret Pizza Taliwang tersebut. Ya, sebagai pengingat kalau saya pernah makan Pizza yang pedasnya luar biasa.

Membayangkan saking pedasnya Pizza Taliwang yang saat itu saya rasakan membuat mulut saya saat ini berliur dan merindukan keindahan Pulau Lombok kembali beserta seluruh kuliner khasnya.

Mak Nyak, Itu Makanan Buat Dimakan, Bukan Cuma Buat di Photo 😅

Ini Ngapain Sih?

5 komentar:

  1. Sate rembiga enak. Saya pas ke lombok diajak makan di temoatnya dengan latar belakang pegunungan adem deh

    BalasHapus
  2. MAu tuh mbak, sate nya hhee
    btw fotonya juga cakep loh pke ASUS nya mbak VEty, hheee

    BalasHapus
  3. wihh keren mba, keliatan nya enak banget hahah, tampilannya juga menggoda

    BalasHapus