Minggu, 19 Maret 2017

Menghabiskan Waktu di Hotel Atria Malang, Salah Satu Hotel Bintang 4 di Malang

Beberapa kali Keluarga Rafif memiliki keperluan menghabiskan waktu di kota Malang, ternyata sering kali dihadapkan pada situasi kehabisan kamar hotel. Mungkin hal ini dikarenakan kota Malang amerupakan salah satu kota wisata di Jawa Timur yang banyak diminati oleh para pendatang. Bersyukur kami masih mendapatkan sebuah kamar di hotel Atria Malang.

Saat pertama kali tiba, kami langsung mendapat sambutan ramah dari pihak hotel. Kami pun mendapatkan welcome drink minuman jahe yang menyegarkan dan sangat disukai oleh kakak maupun adik. Tak perlu menunggu lama kami segera mendapat kunci kamar. Mengingat banyak hotel lain yang sudah full dimana-mana, sehingga tidak perlu kaget meski kami tidak bisa memilih lagi jenis kamar yang tersedia untuk kami di hotel Atria Malang. Kami mendapat kamar dengan standar deluxe room, menghadap jalan raya.

Kamar standart deluxe room Hotel Atria menurut kami cukup luas bagi kami. Cukup untuk Keluarga Rafif menghabiskan waktu seharian jungkir balik di kamar untuk membunuh bosan saat Yayah Rafif terpaksa harus menghabiskan sebagian waktu besarnya di luar hotel demi urusan yang harus diselesaikannya terkait pekerjaannya.

Kamar mandi seperti pada umumnya menggunakan shower, dengan nilai lebih shower yang sangat besar, sehingga anak-anak cukup nyaman bermain dengan shower.



Saa pertama tiba, mengingat jam waktu makan siang telah tiba maka kami memilih menghabiskan waktu makan siang di hotel dengan menu rolasan. Dimana di hotel Atria ini ditawarkan menu makan siang All You Can Eat hanya dengan membayar Rp. 25.000,- per orang. Untuk kakak maupun adik belum dikenakan biaya karena usianya masih dibawah 5 tahun. Tapi sayangnya untuk menu lauk makan siang ini menurut saya kurang kids friendly, karena rata-rata lauk yang ditawarkan sedikit pedas. Bahkan bihun yang disajikan juga cukup pedas untuk dinikmati kakak dan adik. Bersyukur disana tersedia menu lauk yang bisa dibeli terpisah oleh pengunjung. Namun, lagi-lagi kami harus cukup puas dengan kondisi ikan Gurami goreng yang ternyata dingin saat dihidangkan ke meja kami. Mungkin dikarenakn terkena suhu AC ruangan. Mungkin jika boleh memberikan saran, alangkah sedapnya jika gurami tersebut bisa dipanasi terlebih dahulu sebelum dihidangkan.


Untuk hari kedua kami menyempatkan untuk menikmati fasilitas kolam renangnya. Seperti standart kolam renang pada umumnya, juga terdapat fasilitas kolam anak dengan kedalaman 0,6 meter di hotel ini. Namun, yang perlu diwaspadai, meski kolam dipisakan dengan pembatas dibagian dalam air tetapi anak-anak bisa memiliki akses yang mudah untuk masuk kedalam kolam renang dewasa, karena bisa dibilang kolam renang anak maupun dewasa menjadi satu. Sehingga sebaiknya sebagai orang tua kamia harus mengawasi, jika perlu menemani mereka bermain air agar tidak masuk kekolam dewasa.



Sebagai catatan tambahan, di hotel Atria Malang masih belum tersedia kidz zone atau arena bermain untuk anak-anak.

Untuk sarapan di hari pertama, awalnya saya mengira menu yang ditawarkan kurang kids friendly, mengingat nama menu tertulis dengan awalan "spicy", sehingga saya tidak berani mencobakan kepada anak-anak langsung. Kebiasaan saya biasanya saya mendahulukan menyuapi anak-anak terlebih dahulu baru saya menghabiskan sarapan mereka. Kesalahan saya memang tidak langsung mencobanya sendiri, melainkan menanyakan kepada salah satu pegawai yang bertugas disana, dan sang pegawai menjawab iya lauk tersebut pedas semua. Sehingga saya disarankan menggunakan telur saja sebagai lauk untuk sarapan anak-anak saya. Sempat meminta tolong kepada sang pegawai dipesankan telur, tapi mungkin mengingat saking ramainya kondisi restauran saat itu membuat sang pegawai lupa memesankan saya telur untuk anak-anak.


Sebaliknya di hari ke dua menu sarapan lebih banyak pilihan yang bisa diberikan untuk anak-anak.


Dari segi kebersihan house keeping nya menurut kami bersih dan cukup cepat. Hanya sebentar kami tinggal ke Loby untuk menghabiskan waktu kosong sembari menanti kamar selesai dibersihkan, tak sampai 30 menit saat kami kembali ternyata kamar kami sudah bersih dan rapi kembali. Padahal tadinya kamar kami amburadul diacak-acak oleh dua balita kesayangan kami.

Hanya saja di hari kedua, kami sempat mengalami keterlambatan mendapatkan handuk keset untuk kamar mandi, dimana dari info yang kami dapat, hal tersebut disebabkan keterlambatan dari pihak laundry. Namun kami dijanjikan secepatnya akan diberi handuk keset saat tersedia. Sekitar maghrib akhirnya kami mendapat handuk keset. Maklum, namanya bawa balita jadi kuatir terpeleset jika tidak ada handuk kesetnya.

Untuk pelayanan room service juga lumayan cepat. Kurang lebih 25 menit makanan sudah diantar kekamar.


Seperti pada umumnya, di hotel Atria juga terdapat fasilitas Free WIFI. Akses internetnya menurut saya cukup cepat, sayangnya terkadang adakalanya tiba-tiba akses internet melambat atau tak bisa jalan sama sekali hingga bermenit-menit lamanya.

Fasilitas tontonan televisinya pun oke, setidaknya ada 3 channel televisi anak yang bisa dinikmati anak-anak kami.

Catatan lainnya dimalam terakhir kami menginap disana pada pukul 12 malam tiba-tiba kami dikejutkan morning call nyasar 😂😅. Pas anak-anak sudah pada asyik tidur nyenyak dikeheningan malam tiba-tiba suara dering telpon berbunyi heboh 😅

Tapi so far pelayanan hotel Atria ini sudah oke banget. Kami sekeluarga benar-benar merasa nyaman menginap di hotel Atria Malang 😘


Sebagai gambaran nilai plus lainnya, hotel Atria ini terletak dekat dengan akses jalan raya 😍

Sesuai dengan janji yang kami tulis di lembar angket yang diberian oleh pihak hotel Atria untuk memberikan testimoni sebagai bentuk peningkatan pelayanannya, maka ini janji kami mengulas pengalaman kami menginap di Hotel Atria Malang 😘

1 komentar:

  1. Waah all you can eat lunch nya cm 25 rb??? Muraah banget itu yaaa :D. Kyknya g mungkin ada hotel di jkt yg brani ngasih hrg segitu

    BalasHapus