Sabtu, 16 September 2017

Favehotel Rungkut Surabaya, Hotel dengan Fasilitas Kolam Renang yang Ramah Kantong

Rafif-Sudah lama rasanya Keluarga Rafif jarang piknik. Si Kakak beberapa kali sudah request minta liburan ke hotel, sebenarnya ini alasan si kakak bisa berenang saja sih. Kebetulan si kakak ini memang suka banget berenang. Oke, jadi kita memutuskan berburu hotel yang ramah kantong tapi punya fasilitas kolam renang di Surabaya. Setelah googling sana sini, akhirnya taraaaaaa ... Kami memilih Favehotel Rungkut.



Sebenarnya dengan budget yang murah meriah, sempat membuat kami agak was-was. Ini beneran ada kolam renangnya kan ya?

Jangan-jangan murah karena kolam renangnya lagi direnovasi. Haha ... Kalau gitu berarti nasib 😂

Memang semurah apa sih? Ya setidaknya budget yang kami keluarkan setara dengan kalau kami sekeluarga (saya, suami, kakak, adik) mau berenang di kolam renang sekelas kolam renang Atlas di Surabaya. Kebetulan saat itu memang ada promo sih. Hehe ... Jadi lumayan banget kan, nggak cuman bisa berenang tapi sekalian bisa staycation.

Lokasinya pun menurut saya oke, karena bersebelahan dengan Transmart Rungkut, yang fenomenal banget karena awal-awal dibuka cukup bisa bikin macet jalanan hanya demi antri parkir di sana. Haha ... Tapi alhamdulillah pas kami ke sana jalanan nggak macet sama sekali.

Oh iya, untuk bisa ke Transmart dari Favehotel ini saya lihat sekilas sih memang kita harus sedikit jalan dari lokasi hotel yang posisinya bisa dibilang agak belakang dari Transmart ini. Jadi ya lumayan lah olah raga sedikit.

Kami sendiri nggak nyoba jalan kaki sih, karena kami memang fokusnya ingin staycation saja.

Oh iya untuk masuk ke parkiran hotel ini jangan sampai kebablasan, karena pintu masuknya sebelum pintu masuk ke parkiran transmart, dan tentunya berbeda dengan parkiran transmart.

Saat kami datang, masih free parking ya untuk tamu hotel. Waktu itu cuma ditanya, "Mau ke mana pak?"

Waktu kami jawab, "Hotel."

Ya sudah kami diperbolehkan ambil karcis. Kami pun memilih parkiran di area belakang hotel yang lumayan dingin, plus berangin. Sebenarnya jujur ini yang bikin saya agak was-was parkir, tapi kata suami nggak apa-apa di situ lebih aman ketimbang di bagian depan yang saat itu masih banyak seng pembatas. Ngeri aja kalau sengnya terbang. Hehe ...

Saat kami datang, ternyata kami tak sendiri karena sudah ada beberapa tamu hotel yang antri check in. Baiklah kami harus bersabar antri, berarti memang hotel ini recommended banget.

Sayangnya, saat kami datang sekitar pukul 1 siang, kamar yang kami pesan dengan fasilitas kasur single belum tersedia karena masih dibersihkan. Saya lihat beberapa tamu rela menunggu. Ehm, saya waktu itu cuma mikir, kira-kira berapa lama lagi saya nunggu antrian? Padahal kami sudah ngantuk berat. Haha ...

Sepertinya si mbaknya langsung paham, jadi menawarkan kami kamar dengan twin bed, yang sudah ready, tentunya yang bebas asap rokok.

Tanpa pikir panjang saya menerima tawaran tersebut.

Satu yang saya tanyakan di awal sebelum ke kamar, "Mbak kolam renangnya nanti sebelah mana ya?"

Ternyata kolam renangnya ya selantai sama lobbynya, kami hanya tinggal lurus saja nanti belok kiri. Okelah urusan kolam renang beres, kami nggak was-was lagi karena kolam renangnya memang ada. Hihi ...

Kami pun bergegas ke kamar hotel, yang Alhamdulillah cukup membuat kakak adik puas. Memang tidak luas untuk bisa bermain bola kakak adik sih, (ya iyalah emangnya kita mau main bola di kamar hotel!). Tapi setidaknya kamarnya cukup nyaman buat saya.

Hal pertama yang saya periksa adalah apakah sarung bantalnya berkancing?! *duh epic banget nih saya, maklum saya phobia kancing 😑

Alhamdulillah aman ...

Sorenya, setelah kami istirahat sebentar, kakak dan adik minta buru-buru renang. Oke kami turutin.

Ternyata anginnya cukup kencang, sehingga cukup membuat kakak adik tidak bertahan lama di kolam renang.

Oh iya untuk kolam renang lumayan lah ya ada kolam anaknya, dan tersedia tiga pelampung di sana.


Puas berenang kami segera membantu membilas kakak adik. Sebagai catatan di sini bilasnya nggak ada bilas indoor ya. Kecuali kalau kita mau bilas pakai jet showernya closet di dalam toilet. Hehe ...

Jadi kakak adik saya bilas di luar dulu baru saya gantikan baju di dalam toilet. Di sini juga tersedia handuk kolam renang, jadi kita nggak perlu heboh bawa handuk dari kamar.

Setelah selesai, ketika kami akan kembali ke kamar hotel njilalah lah pintu dari kolam ke dalam hotel nggak bisa dibuka.

Asli bingung, secara nggak ada petugas hotelnya. Suami sempat usaha membuka pintunya, tapi agak ngeri kalau dipaksa takut malah pecah bisa totalan dong.

Beruntung ada salah satu tamu hotel di dalam yang membantu memanggilkan petugas hotel. Ternyata petugas tersebut juga nggak berhasil buka pintunya. Huahaha ...

Akhirnya si masnya memanggil salah satu tehnisi hotel, dan taraaaaa ternyata pintu bisa diakali dengan membuka kunci salah satu pintu sisi lainnya. Jadi pintunya langsung dibuka dua-duanya biar bisa buka.

Okelah untuk episode kali ini keren banget 😂😂😂

Ternyata memang pintunya sulit dibuka karena anginnya sedang kencang. Jadi kita kayak yang melawan arah angin.


Oh iya, untuk sarapan kami memang memilih yang no breakfast, karena kebetulan hari itu suami dan saya harus puasa untuk check up lengkap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar